Jumat, 24 Agustus 2012

PA Kolose 2: 6-7




Penulis : Paulus
Tema : Keunggulan Kristus
Tanggal Penulisan: Sekitar 62 TM
Tempat penulisan: di penjara Efesus atau di Roma
Latar Belakang
Alasan untuk menulis surat ini adalah munculnya ajaran palsu yang mengancam masa depan rohani jemaat Kolose (Kol 2:8). Ketika Epafras, seorang pemimpin dalam gereja Kolose dan boleh jadi pendirinya, mengadakan perjalanan untuk mengunjungi Paulus dan memberitahukan tentang situasi di Kolose (Kol 1:8; Kol 4:12), Paulus menanggapinya dengan menulis surat ini
Sifat yang tepat dari ajaran palsu yang terdapat di Kolose ini tidak diuraikan dengan jelas dalam surat ini, karena para pembaca yang mula-mula sudah memahaminya dengan baik. Akan tetapi dari berbagai pernyataan Paulus yang menentang ajaran palsu itu, nyatalah bahwa bidat yang hendak meruntuhkan dan menggantikan Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristen adalah suatu campuran yang aneh yang terdiri atas ajaran Kristen, tradisi-tradisi Yahudi tertentu di luar Alkitab dan filsafat kafir (serupa dengan campuran kultus-kultus dewasa ini).
Tujuan
Paulus menulis
  1. (1) untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di Kolose yang sedang menggantikan keunggulan Kristus dan kedudukan-Nya sebagai inti dalam ciptaan, penyataan, penebusan, dan gereja; dan
  2. (2) untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru di dalam Kristus dan tuntutannya pada orang percaya.
Survai
Setelah menyampaikan salam jemaat dan mengungkapkan rasa syukur karena iman, kasih, dan pengharapan mereka, dan karena mereka terus-menerus maju sebagai orang percaya, maka Paulus memusatkan perhatian pada dua pokok persoalan yang penting: ajaran yang betul (Kol 1:13--2:23) dan nasihat-nasihat praktis (Kol 3:1--4:6).
Dari segi teologi, Paulus menekankan sifat sejati dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15), kepenuhan ke-Allahan dalam bentuk jasmaniah (Kol 2:9), Pencipta segala sesuatu (Kol 1:16-17), kepala gereja (Kol 1:18) dan sumber yang serba cukup dari keselamatan kita (Kol 1:14,20-22). Kristus benar-benar memadai, sedangkan bidat di Kolose itu sama sekali tidak memadai -- hampa, palsu, dan bersifat kemanusiaan (Kol 2:8); dangkal secara rohani dan angkuh (Kol 2:18); serta tanpa kuasa terhadap keinginan-keinginan berdosa dari tubuh (Kol 2:23)
Dalam nasihat-nasihat praktisnya, Paulus mengimbau agar hidup ini didasarkan pada kecukupan dari Kristus sebagai satu-satunya cara untuk maju dalam kehidupan Kristen. Realitas Kristus yang hidup di dalam kita (Kol 1:27) harus tampak dalam perilaku Kristen (Kol 3:1-17), hubungan rumah tangga (Kol 3:18--4:1) dan disiplin rohani (Kol 4:2-6).
Ciri-ciri Khas
Tiga ciri utama menandai surat ini.
  1. (1) Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran rangkap dua dari keutamaan Kristus dan kesempurnaan orang percaya di dalam Dia, bahkan lebih dari kitab-kitab lain dalam PB.
  2. (2) Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan ke-Allahan Kristus (Kol 2:9) dan      berisi salah satu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaan-Nya (Kol 1:15-23).
  3. (3) Kitab ini sering dianggap sebagai "surat kembar" bersama kitab Efesus, karena keduanya mempunyai beberapa persamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama (bd. Garis Besar dari kedua kitab ini).
Observasi
Kolose 2: 6-7 : perkenalan hidup di dalam Kristus
Menyempurnakan kehidupan orang baru dalam Kristus
Paulus rindu melihat mereka tetap melihat Kristus
Perikop sbelum
Pasal 1 (Keutamaan Kristus)
2:1 Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan z  yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia a  dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, 2:2 supaya hati b  mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia c  Allah, yaitu Kristus, 2:3 sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. d  2:4 Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata e  yang indah. 2:5 Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh f  aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib g  hidupmu dan keteguhan h  imanmu dalam Kristus. i 
Paulus menyatakan sukacita karena jemaat di Kolose percaya kepada Tuhan dan berharap mereka tetap percaya kepada Allah dalam kondisi suka duka meski belum melihat Paulus secara langsung
Sesudah perikop
2:8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya m  yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, n  tetapi tidak menurut Kristus 1 . 2:9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan o  ke-Allahan, 2:10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala p  semua pemerintah dan penguasa. q  2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, r  bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus 2 , yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, s  2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, t  dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan u  juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. v  2:13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu w  dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan x  Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran y  kita, 2:14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan z  hukum 3  mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: a  2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa 4  b  dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. c
Paulus memperingatkan kepada jemaat agar waspada kepada ajaran palsu yang berusaha untuk menjauhkan dari kebenaran Firman Tuhan. Paulus menyatakan bahwa Tuhan adalah manusia yang memang secara utuh tanpa mengurangi kekuasaanNya sebagai Allah. Di dalam penghapusan dosa bersama Yesus kita berhak memperoleh keselamatan dan yang bersalah akan memperoleh pembalasan yang berasal dari Tuhan juga.
Kemerdekaan dalam Kristus jadi jangan takluk lagi dalam ajaran – ajaran dunia
Kaitan antar Perikop
Paulus mengharapkan agar manusia percaya dan menerima Ia sebagai jurus selamat. Tetapi tidak cukup hanya percaya melainkan juga untuk melakukan perintah Tuhan dengan menunjukkan hasil dari iman kita  dalam perbuatan serta tetap kokoh mempertahankan iman kita ketika datangnya ajaran palsu yang mencoba untuk mengacaukan iman kita.

Perikop
**Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita.
Menerima berarti menjadikan Tuhan Yesus menjadi bagian dari hidup kita.
Tuhan yang berdaulat dalam kehidupan kita
 Karena ** :     hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. MemperTUHANkan Yesus
Hidup berjalan dalam Firman Tuhan, “peripateo” berjalan sesuai dengan Firman Tuhan (kolose 1:10)
                        hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia
dasar teori       :
akar menyerap sari – sari makanan, penyokong(kolose 1:23)
bangunan, fondasinya kuat dan kokoh
Tuhan Yesus lah yang menjadi penyokong kita.
hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu
tetap beriman karena telah berakar kuat
hendaklah hatimu melimpah dengan syukur
semua karena Tuhan
bentuk buah yang kita terima karena Tuhan
Berakar berarti seperti pohon, iman kita bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan.  Kita dihimbau untuk juga mengucap syukur
Inti Ajaran
Manusia menunjukkan hasil kepada orang lain ketika memilki iman kepada Tuhan meskipun tantangan berupa ajaran palsu yang akan encoba untuk mengacukan iman
Bertumbuh dan berbuah di dalam Tuhan karena iman kepada Kristus. Mengucap syukur sebagai wujud buah
Kolose 2: 6-7 à inti ajaran dari kolose
Aplikasi
Belajar untuk benar – benar serius mewujudkan pertumbuhan agar menghasilkan buah dan belajar mengucap syukur untuk setiap hal yang terjadi dalam kehidupan

0 komentar:

Poskan Komentar